Saturday, March 23, 2013
awek cun
harini aku nak kongsi satu gambar awek cun untuk kome,.. cun kan? haa.. ini laa awek baru admin.. hahaha.. gurau2.. kalau laa awek admin cun macam ni nnty.. hahaha.. untung nyer admin.. :P peace.. jgn tgk lama2 yer.. nnty ku tampaq muka hampa..
BARBIE DOLL live action
LELAKI YANG PALING SWEET PERNAH HIDUP DI DUNIA INI
Lelaki - lelaki yang sweet terhadap orang yang di cintai.
1) Mu’adz bin Jabal yang menjerti dan menagis teresak-esak sehingga beliau pengsan oleh sebab dapat berita tentang kematian Rasulullah SAW.
2) Rasulullah telah patah gigi di dalam perang Uhud, berita itu sampai ke Awais dan Awais di rumahnya sanggup mematahkan giginya sendiri kerana hendak merasai apa yg Rasulullah telah rasai.
3) Ada seorang pedagang minyak wangi, di Madinah. Setiap kali pergi ke pasar, dia singgah dulu ke rumah Rasulullah Saw, dia tunggu sampai Rasulullah keluar. Setelah Rasulullah keluar, dia
hanya mengucapkan salam lalu memandang Rasulullah saja, setelah puas dia pergi. Suatu hari setelah dia ketemu Rasululllah dan dia pergi, lalu tak lama kemudian balik dari pasar dan dia datang kepada Rasulullah Saw dan meminta izin, “Saya ingin melihat engkau ya Rasulullah, karena saya takut dan tidak sanggup tidak dapat melihat tuan seperti ini lagi.”
4) Abu Ayyub Al-Anshari. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau beristirahat dahulu di pinggiran kota menginap di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Rumahnya itu dua tingkat, Abu Ayyub dan istrinya di tingkat atas dan Rasulullah Saw di bawah. Pada malam hari Abu Ayub dan istrinya tidak sanggup tidur karena mereka takut menggerakkan tubuhnya, semua terbujur seperti sebongkah kayu menahan dirinya untuk tidak bergerak. Mereka takut kalau bergerak, nanti debu-debu dari atas itu berjatuhan kepada Rasulullah. Setelah Rasulullah mengetahui hal itu, beliau sangat terharu lalu kepada Abu Ayub diajarkan sebuah doa sebagai penghargaan beliau atas cinta yang tulus dari Abu Ayub.
5) Dalam perang Uhud, ketika kaki Rasulullah terluka, ada seorang sahabat melihatnya lalu mengejar Rasulullah. Dia pegang kaki itu lalu dia bersihkan luka itu dengan jilatannya. Rasulullah terkejut lalu berkata, “Lepaskan! Lepaskan!” Sahabat itu berkata: “Tidak Ya Rasulullah, aku tidak akan melepaskannya sampai luka ini kering!”
6) Rasulullah sedang membariskan pasukannya karena Rasulullah selalu merapikan barisan pasukannya. Ternyata ada seorang sahabat, mungkin karena perutnya terlalu besar, selalu perutnya itu berada di luar barisan. Kemudian Rasulullah datang dan memukul perutnya itu agar dirapikan dengan barisan. Lalu sahabat itu memandang Rasulullah dan berkata: “Engkau diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, kenapa kau sakiti perutku?” Lalu Rasulullah turun dari kudanya, dan menyerahkan alat pemukul itu, lalu berseru: “Pukullah aku! Sebagai qishas atas
kesalahanku.” Kemudian orang itu berkata: “Tapi engkau pukul langsung kepada kulit perutku.” Lalu Rasulullah segera membuka pakaiannya, tiba-tiba sahabat itu memeluk Rasulullah dan mencium perutnya. Rasulullah terkejut dan berkata: “Ada apa denganmu?” Sahabat itu menjawab: “Ya Rasulullah, genderang perang sudah ditabuh, mungkin ini adalah saat terakhir perjumpaanku denganmu. Saya ingin sebelum meninggal dunia, sempat mencium perutmu yang mulia.”
7) Bilal yang selalu adzan semasa hidup Rasulullah tidak mau beradzan lagi setelah wafat Rasulullah karena Bilal tidak sanggup mengucapkan “Asyhadu anna Muhammad Rasululah” karena ada kata-kata Muhammad di situ. Tapi karena desakan Sayyidah Fatimah yang saat itu rindu mendengar suara adzan Bilal, dan mengingatkan beliau akan ayahnya. Bilal akhirnya dengan berat hati mau beradzan. Saat itu waktu Subuh, dan ketika Bilal sampai pada kalimat Asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Bilal tidak
sanggup meneruskannya, dia berhenti dan menangis terisak-isak. Dia turun dari mimbar dan minta izin pada Sayyidah Fatimah untuk tidak lagi membaca adzan karena tidak sanggup menyelesaikannya hingga akhir. Ketika Bilal berhenti saat adzan itu, seluruh Madinah berguncang karena tangisan kerinduan akan Rasulullah Saw.
8) Seorang budak bernama Tsauban sangat menyayangi dan hatinya selalu merindukan Rasulullah Muhammad SAW. Sehari saja tidak bertemu Nabi, rasanya seperti setahun baginya. Kalau bisa dia ingin bersama Rasul setiap waktu. Karena jika tidak bertemu Rasulullah, dia amat sedih, murung dan seringkali menangis. Demikian juga yang dilakukan Rasulullah terhadap Tsauban begitu mengetahui betapa besarnya kasih sayang Tsauban terhadap dirinya. Suatu hari Tsauban berjumpa Rasulullah SAW dan berkata, “Ya Rasulullah, saya sebenarnya tidak sakit, saya sangat sedih jika berpisah dan tidak bertemu denganmu walaupun sekejap. Jika sudah bertemu barulah hatiku menjadi tenang dan gembira sekali. Apabila memikirkan akhirat, hati ini bertambah cemas dan takut kalau-kalau tidak dapat bersama denganmu. Kedudukanmu sudah tentu di syurga
yang tinggi. Sedangkan saya belum tentu, entah di syurga paling bawah atau yang paling mencemaskan, kemungkinan tidak dimasukkan ke syurga langsung. Jika demikian, tentu saya tidak akan bertemu denganmu lagi.” Rasulullah amat terharu mendengar perkataan Tsauban. Namun beliau tidak dapat berbuat apa-apa karena balasan surga atau neraka bagi setiap hamba itu hak dan urusan Allah. Maka setelah peristiwa itu, turunlah wahyu kepada Rasulullah SAW yang berbunyi; “Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang- orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An Nisaa’:69). Mendengar jaminan itu Tsauban pun tersenyum. Hatinya menjadi tenang dan gembira kembali.
aku rasa nak mencarut jer harini
korg nak tahu tak kenapa aku marah? aku rasa marah sgt ni weyh..
aku tataw laa nak blame pada siapa.. FUCK!
tapi tak apa laa.. harini aku kongsi sikit gambar ultraman yg agak cam kimak sikit.. tapi, hope leyh buat kome gelak n ketawa sikit.. hehe.. semoga terhibur yer..
inilah dia ultraman mengganas.. hahaha
Thursday, October 25, 2012
JDM
JDM
The term Japanese domestic market (JDM) is used by companies
in Japan to refer to the local market for domestic goods and services, as
opposed to the international, non-Japanese market. Within the automotive
hobbyist import scene, this term, and the related term Japanese domestic model,
most commonly refer to Japanese-brand automobiles and parts designed and
constructed to conform to Japanese vehicle and equipment regulations and to
suit Japanese market preferences.
The term Japanese domestic market (JDM) refers to the local market in Japan for Japanese-made motor vehicles and components. Within the car and motorcycle hobbyist import scene, this term, and the related term Japanese domestic model, most commonly refer to Japanese-brand automobiles and parts designed and constructed to conform to Japanese vehicle and equipment regulations and to suit Japanese market preferences.
JDM vehicles migrate to other markets through ordinary commerce and the grey market.
JDM cars were limited by a jishu-kisei (gentlemen's agreement) among manufacturers to 280 horsepower (PS) (276 hp) in 1988 and a top speed of 190 km/h (118.1 mph) since the late 1970s, both imposed by JAMA, mostly due to safety concerns and the latter due to concerns regarding bōsōzokugangs. The horsepower limit was lifted in 2004. However, the speed limit of 180 km/h (111.8 mph) remains in effect, depending on the make and model of vehicle. Many JDM sports cars have speedometers that only go up to 180 km/h (111.8 mph), even though the car would be capable of much higher speeds if not for the built-in limiter.
JDM vehicles often differ in features and equipment from vehicles sold elsewhere. For example, Honda has produced many different versions of the B18C 1, B16A and K20A engines for various markets worldwide. This is done due to varying emission regulations in different countries. Internet-based navigation systems have been installed in most vehicles sold in Japan, and as of exporting, those navigation units are beginning to turn up in export markets. Honda's system is called Internavi, Nissan's is called CarWings, and Toyota's system is called G-Book. All three systems use cellular connections from the driver's cellphone for activation, which might be compatible with satellite navigation systems deployed internationally.
Vehicles built to JDM specifications may have stiffer suspensions and improved throttle response over vehicles built for different markets, due to differing driving styles and different road types. For example, the USA features long highways where a smoother ride would be preferable, while Japan's roads are short and twisty, where a stiffer suspension is desired for improved handling capability. For the US and European market versions, some features may be removed in order to stay below a certain pricing goal for the car, such as using a conventional rear suspension instead of a double wishbone suspension and lack of electronic devices like Active Yaw Control. Furthermore, engine power of JDM sports cars is sometimes reduced because of stricter emission standards in other countries.
The Japanese market does not apply any of the international VIN systems; instead, Japan uses a Frame Number, which is a string of 9 to 12 alphanumeric characters often identifying a particular make and model, and a serial number of the vehicle. For example, Frame Number SV30-0169266 breaks down as "V30" identifying the model as Toyota Camry/Vista x30; "S" identifying the engine (4S-FE), and 0169266 being the serial number of the vehicle. Vehicle make is not identified at all, though different manufacturers use slightly different frame number structures and it is usually easy to determine make from the frame number. Toyota usually uses 7 digits for serial number while Nissan uses 6, for example.
Because a frame number contains far less information than a VIN, JDM vehicles also use a Model Code as a supplement. SV30-BTPNK, for example, wherein "SV30" would have the same meaning as above, and BTPNK would designate a set of features incorporated in the vehicle.
The export of used vehicles from Japan is a substantial industry; stringent roadworthiness inspections make it costly and difficult to keep a car beyond a certain age in Japan, and so used Japanese vehicles are exported, primarily to other markets with left-hand traffic, though Japanese imports are also popular in Russia. A relatively small number are exported to Canada, where a vehicle over 15 years old need not be certified as conforming to Canada Motor Vehicle Safety Standard, and to the United States, where a vehicle more than 25 years old is admissible.
Vehicle tuners in markets outside Japan often import JDM components for installation on non-JDM vehicles, to attain specific appearance and/or performance characteristics. JDM vehicle body parts, lights, mirrors, wheels, and emblems are among the popular exports for conversion of non-JDM vehicles. In most cases, no significant traffic-compatibility issue arises from the installation of JDM components outside of Japan, but there are safety hazards associated with using JDM headlamps in countries where traffic flows along the right side of the road. This is because all JDM headlamps are engineered for use on the left side of the road; a left-traffic low beam in right-hand traffic blinds oncoming motorists and fails to light the right-side driver's way safely ahead
Wednesday, October 24, 2012
myvi _ daihatsu sirion sport
Subscribe to:
Posts (Atom)











